Yang Terjadi di Otak Saat Anda Mengalami Migrain

Merry Wahyuningsih, CNN Indonesia | Rabu, 22/04/2015 11:54 WIB
Mengapa beberapa orang menderita sakit kepala sebelah yang menyiksa, disertai dengan mual dan kepekaan terhadap cahaya, sementara yang lainnya tidak? Ilustrasi (pixologicstudio/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mengapa beberapa orang menderita sakit kepala sebelah yang menyiksa, disertai dengan mual dan kepekaan terhadap cahaya, sementara yang lainnya tidak? Jawabannya ada di otak Anda. Otak penderita migrain lebih sensitif terhadap rangsangan luar dibandingkan otak orang lain.

Migrain terjadi karena pembuluh darah di otak mengalami dilatasi atau pemuaian. Penyebabnya sebagian besar karena adanya eksitasi atau perangsangan saraf yang bertanggung jawab untuk sensasi wajah.

“Ini disebut saraf trigeminal,” ujar Larry Newman, MD, direktur Headache Institute di St Luke's-Roosevelt Hospital Center di New York City, seperti dilansir dari laman Health.com.


Ketika saraf trigeminal dirangsang, menyebabkan pelepasan berbagai neurotransmitter di antaranya serotonin, yang juga berhubungan dengan perubahan suasana hati. Ini pada gilirannya menyebabkan pembuluh darah yang mengelilingi otak meluas dan terangsang.

“Ini pembuluh darah yang melekat pada serat saraf yang mengirimkan denyutan dari pembuluh darah kembali ke otak, di mana Anda kemudian melihatnya sebagai rasa sakit," kata Newman.

"Ini adalah sistem yang kita semua miliki," kata Michael Cutrer, MD, seorang ahli saraf di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota. "Tapi pada orang yang menderita migrain, sistem rentan diaktifkan berulang kali. Seperti alarm mobil yang terlalu sering berbunyi, sistem mulai mengganggu kemampuan Anda untuk berfungsi secara normal dalam hidup Anda."

Meskipun beberapa orang mengalami aura sebelum serangan, migrain khas terjadi dalam dua langkah.

1. Saraf trigeminal diaktifkan

Ketika saraf trigeminal terangsang, gejala pertama yang paling umum adalah rasa sakit di sekitar mata dan pelipis. Jika rasa sakit ditangani dengan cepat dengan obat migrain seperti triptans, peradangan dapat dikurangi, dan penderita dapat menghentikan migrain relatif cepat.

Triptans bertindak sebagai pasokan tambahan serotonin untuk membantu mempersempit pembuluh darah dan memblokir transmisi nyeri pada saraf.

2. Sistem saraf pusat dipicu

Jika gejala migran tidak diobati, mekanisme lain akan memicu sistem saraf pusat itu sendiri. Pada titik ini, mekanisme nyeri menjadi sangat sulit untuk dihentikan. Obat pada tahap ini cenderung tidak bekerja. Seolah-olah rasa sakit telah terpisah dari sumber aslinya di saraf trigeminal.


(mer/mer)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK