Adanya ketidakteraturan periode haid pada perempuan ini bisa disebabkan adanya ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. "Biasanya esterogen dan proesteronnya tidak seimbang," kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Ardiansjah Dara di kawasan Gatot Subroto, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika terjadi gangguan menstruasi secara hormonal, cara untuk mengatasinya adalah dengan terapi hormon. Atau bisa juga mengonsumsi pil kontrasepsi.
Meski namanya pil kontrasepsi, namun Dara mengatakan cara ini bisa juga digunakan pada perempuan yang belum menikah dan belum mempunyai anak. "Tidak apa-apa dikonsumsi yang belum menikah," katanya menegaskan.
"Kalau mau mens itu ada produksi hormon di badan. Kalau dikasih pil KB badan jadi enggak produksi hormon. Sehingga haidnya dari pil KB," ujar Dara menjelaskan.
Alhasil, jumlah darah yang dihasilkan saat menstruasi tidak seberapa banyak. Kontraksi otot rahim pun akhirnya tidak begitu hebat. Akibatnya, rasa nyeri bisa diminimalisasi.
"Yang bikin sakit itu kan karena kontraksinya kencang dan produksi darahnya banyak," kata Dara.
Ia menegaskan siapa saja bisa mengonsumsi pil kontrasepsi untuk mengurangi nyeri haid kecuali perempuan dengan penyakit tertentu. "Yang enggak boleh itu kalau tumor rahim atau tumor payudara," ujarnya.
(mer/mer)