Mengapa Mengerjakan Tugas Rumahan Bukan Termasuk Olah Raga

Utami Widowati, CNN Indonesia | Senin, 27/04/2015 04:58 WIB
Mengerjakan pekerjaan rumahan meski mengeluarkan energi tidak masuk hitungan berolah raga. Karena olah raga ada syarat-syaratnya sendiri. Olah raga harus dilakukan dengan fokus dengan gerakan yang ritmik. (moodboard)
Jakarta, CNN Indonesia -- “Saya tak sempat olah raga. Tapi seharian saya kan sudah melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga, mencuci, membereskan rumah, memasak. Berkeringat juga kok,” demikian biasanya ungkapan mereka  yang ditanya mengapa tak pernah berolah raga.

Meski terdengar mulia, ternyata mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang bagaimanapun mengeluarkan tenaga, nilainya tak sama dengan berolah raga.

Padahal seperti diketahui untuk mencapai kondisi kesehatan yang prima manusia tak hanya butuh mengatur gaya hidup dan pola makan, namun juga berolah raga.


“Mengerjakan pekerjaan rumah bukan berolah raga,” kata Dr. Roy P. Sibarani, ahli penyakit dalam dalam seminar tentang Preventif Medicine yang diadakan Prodia akhir pekan lalu di Hotel Grand Zuri Bumi Serpong Damai.

Keringat yang keluar bukan alasan menyamakan olah raga dan mengerjakan pekerjaan rumah. Sementara untuk mencegah penyakit degeneratif yang salah satunya adalah resistensi insulin dengan tiga anaknya yakni diabetes melitus, tingginya kadar kolesterol darah dan darah tinggi, olah raga sangat penting.

Prinsipnya penyakit degeneratif semakin memburuk karena orang modern cenderung tak pernah kekurangan tenaga, bahkan selalu kelebihan tenaga. Penumpukan energi inilah yang kemudian mengundang berbagai penyakit degeneratif.

Olah raga akan membuat tubuh ‘kehilangan’ energi yang membuat sistem tubuh bekerja normal lagi setelahnya.

Nah, gerakan fisik baru dianggap sebagai olah raga dan bermakna fungsinya saat memenuhi syarat diantaranya, “ritmik atau berirama, berulang-ulang, non stop  dan mengambil tenaga atau endurance. Jadi waktunya harus spesial untuk olah raga saja,” ujar Roy.

Lalu olah raga apa yang baik tanpa niatan meraih prestasi, Roy menyebut boleh apa saja. Namun perhitungan kasarnya sebagai berikut: jika kita bisa memangkas kelebihan energi ala orang modern 2.000 Kkal per pekan saja itu sudah sangat baik.

“Kita bisa melakukan tiap hari membuang 300 Kkal dengan apakah itu jalan cepat, bersepeda dan sebagainya. Untuk membuang kalori per hari itu sama dengan berjalan cepat selama 30 menit saja,” kata Roy menjelaskan. Tak sulit kan? (utw/utw)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK