Mereka terkejut, betapa eksplisit kepalsuan emosi yang terjadi. “Saya terkejut, betapa palsu semuanya terlihat. Tidak ada emosi dalam semua hal yang dia lakukan. Saya selalu katakan, dia tidak merasa nyaman. Sepertinya dia hanya melakukan pekerjaan.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari laman Independent, pengguna lain Sblent menulis, “Dia tampaknya memiliki kesan bahwa laki-laki harus dianggap seperti raja, dan dia ada untuk melayani makanan dan seks padanya.”
Dia menulis, istrinya itu baru akan makan setelah dia tidur. Sblent mengatakan, dia harus mengeluarkan ketundukkan sang istri pada dirinya.
Suatu peristiwa menyadarkan Sblent bahwa pernikahannya dilandasi tanpa emosi. Dia menemukan, sang istri mengirimkan sejumlah uang ke keluarganya. “Uang itu untuk suaminya (bukan mantan suaminya) dan anak-anak mereka di Filipina.
Pengguna lain menyimpulkan tingkat empati mereka terhadap orang-orang yang memesan para pengantin perempuan ini.
“Setiap kali saya membaca cerita-cerita seperti ini, pikiran pertama saya tidak untuk mengasihani orang tersebut. Saya biasanya berpikir, 'Bung Anda tidak serius terkejut karena hal ini kan? Seharusnya kamu tahu apa yang harus kamu hadapi.”
Namun, penggambaran paling tragis berasal dari pengguna aplikasi BecameADearFriend. Mereka bercerita, bahwa semua yang dilakukan istri pesananan online mereka hanya duduk di kursi, menetap ke dinding, tampak sangat tertekan.”
(win/mer)