Berbicara di peluncuran buku Diabetes and Me di Kinokuniya, di kawasan Senayan, Jakarta, Kamus (30/4), dr Mohammad Firas selaku pengurus Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia) Muda dan juga penyandang diabetes (diabetisi) menjelaskan bagaimana hidup bersama diabetes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pertama adalah aktivitas fisik atau olahraga, semakin kita rajin dan rutin melakukan aktivitas fisik, maka kemampuan tubuh untuk mengendalikan gula darah itu akan semakin baik."
"Yang kedua, saya selalu menjaga makan, sebagai diabetesi kita harus tahu makanan mana yang impact-nya besar buat gula darah, makanan mana yang tidak."
"Selain itu tentunya obat-obatan, ini pilar yang sangat penting, kalau saya karena diabetes tipe satu maka harus menggunakan insulin. Namun, diabetes tipe dua yang paling banyak di masyarakat itu bisa menggunakan obat-obatan yang oral (minum)," ujar Firas panjang lebar.
Firas menjelaskan bahwa konsistensi konsumsi obat dan kontrol ke dokter dapat mengendalikan diabetes. Dia juga menekankan pentingnya pengecekan gula darah sebagai pilar keempat, karena hal tersebut dapat memonitor apakah obat, perawatan dan gaya hidup diabetisi sudah tepat dalam mengontrol diabetes.
Pria berumur 31 tahun tersebut juga menyatakan bahwa elemen krusial justru ada di edukasi soal diabetes. Ini karena diabetisi akan hidup bersama diabetesnya seumur hidup.
"Karena sampai sekarang belum ada obat, jadi dia akan menjalani hidup dengan diabetesnya. Bagaimana dia bisa menjalani hidupnya kalau dia tidak mengerti benar bagaimana diabetes itu memengaruhi dirinya, sehingga kita bisa terhindar dari mitos-mitos atau pendapat di masyarakat yang belum tentu benar. Itu yang paling penting," tutur Firas.
(mer/mer)