Begitu kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya pada gelaran Indonesia Fashion Week lalu. Entah sejak kapan dan siapa yang memulai penyebutan busana muslim sebagai modest fashion. Tapi tampaknya, penyebutan ini lebih terdengar universal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu, kalangan di luar muslim juga bisa tampil sopan. "It's a modest fashion. Bisa dipakai semua kalangan," kata Itang lagi.
Meski bukan hal baru, belakangan ini modest fashion mendapat perhatian lebih. Itang mengatakan. beberapa lini fesyen yang tidak berkonsentrasi pada penyediaan busana muslim pun ikut menyediakan modest fashion sebagai pilihan.
"Valentino sedang mengerjakan itu bagian tubuh sampai leher tertutup," ujar Itang. Namun, ia mengaku tak tahu penyebab beberapa lini fesyen dunia mulai merambah modest fashion.
"Mungkin karena ekonomi di Middle East atau China lagi kuat. China saja pakaiannya enggak terbuka. Paling cheongsam. Buat kung fu saja dia tertutup semua," kata Itang menjelaskan.
Hal inilah yang perlu disadari betul oleh para desainer tanah air. "Justru kenapa dunia sedang memikirkan hal itu," ujar Itang.
Jangan sampai sebelum cita-cita tahun 2020 terwujud, Indonesia sudah terpukul jauh ke belakang oleh lini fesyen terkemuka yang juga mengusung modest fashion. Padahal Indonesia punya porsi besar mengambil jatah itu.
(rsa/rsa)