Namun begitu sampai di lidah, bayangan mousse cokelat buyar sudah. Di tengah manis yang dominan, ada rasa yang sangat tradisional. Rasa pisang. Ia membaur sempurna dengan kuah cokelat kental dan taburan kacang di atasnya. Satu suap jelas tak cukup. Lidah pun terus menagih, sampai porsi mini itu tandas.
Apa sebenarnya makanan itu disebut?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanan Indonesia yang akan dibawa ke Frankfurt Book Fair 2015. (CNN Indonesia/Rizky Sekar Afrisia) |
"Tidak ada yang menyangka itu kolak. Memang biasanya kan kolak identik dengan mangkuk, terus kuahnya putih," kata Petty pada CNN Indonesia saat ditemui di Galeri Nasional, Kamis (30/4). Penyajian yang dipilih Petty membuat makanan buka puasa itu lebih modern.
Kolak modern itulah yang akan dibawanya ke Frankfurt, Jerman, Oktober mendatang. Petty akan menyajikan makanan-makanan tradisional Indonesia yang dibuat ulang dengan penyajian berbeda, ke Frankfurt Book Fair 2015.
Itu merupakan festival buku terbesar di Eropa, bahkan dunia. Jutaan orang berkunjung ke sana. Petty sudah pernah membawa kolaknya ke ajang itu. Yang berbeda kali ini, Indonesia akan menjadi tamu kehormatan. Buku-buku, karya gambar, cerita anak, sampai kuliner kita akan mengisi stan seluas 2.500 meter persegi.
Makanan Indonesia yang akan dibawa ke Frankfurt Book Fair 2015. (CNN Indonesia/Rizky Sekar Afrisia) |
Kuliner tradisional lain tidak ketinggalan. Lontong sayur dan satai juga bisa dinikmati, meski bukan di stan utama. Indonesia akan membuka gerobak-gerobak kaki lima di kawasan bersejarah, kota tua Frankfurt. Yang istimewa, ada sastrawan yang menemani penikmatnya.
Program itu dinamai Kaki Lima Literature.
Sementara di stan utama, Indonesia menyajikan berbagai rempah yang biasa disukai bule. Mereka juga diajak berkelana menjelajah berbagai masakan khas sarat bumbu. Anak-anak pun bisa mengikuti Food Explorer Program.
(rsa/rsa)
Makanan Indonesia yang akan dibawa ke Frankfurt Book Fair 2015. (CNN Indonesia/Rizky Sekar Afrisia)
Makanan Indonesia yang akan dibawa ke Frankfurt Book Fair 2015. (CNN Indonesia/Rizky Sekar Afrisia)