Ahli mikrobiologi John Golobic, bersama dengan saluran televisi KOAT7 di Amerika Serikat, mengambil penyeka jenggot lelaki di Albuquerque sebelum diberikan ke laboratorium Quest Diagnostics.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Carol Walker, konsultan di Birmingham Trichology Center mengatakan, pada Maret lalu, jenggot menahan bakteri lebih banyak karena strukturnya yang kasar. “Ada yang bentuknya bayonet, bulat, cembung bagian bawah, dan muncul di samping,” kata Walker.
“Dia jadi keriting dan halus, cenderung memiliki lebih banyak lengkungan dan kusut sehingga menjebak kotoran.”
Solusinya, untuk menghindari penumpukan bakteri, Golobic merekomendasikan agar lelaki menyikat janggut-janggut mereka. Selain itu juga, lebih banyak cuci tangan, coba untuk menghindari kontrak antara tangan dan wajah. Atau, bisa dengan mencukur bersih jenggot. (win/mer)