Ini merupakan gagasan pengusaha Perancis, Katia Apalategui. Berangkat dari pengalaman pribadinya, Apalategui mencoba menuntaskan rindu sang ibu terhadap mendiang ayahnya. Apalategui selalu mendapati ibunya terus menciumi barang-barang milik sang suami untuk menghirup aroma laki-laki yang dicintainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya ide ini dianggap bodoh, tapi akhirnya para ahli melakukannya. Mereka hanya membutuhkan waktu empat hari untuk mengekstrak aroma khas seseorang dari pakaian mereka dan harta benda lainnya. Molekul itulah yang kemudian digunakan untuk membuat parfum. Apalategui berencana untuk memulai usahanya pada bulan September.
"Hubungan yang kuat antara bau dan memori berarti produk kami menawarkan kenyamanan penciuman, setara dengan foto, video dan kenangan lain dari almarhum,” ujar Apalategui. Harga yang ia tawarkan untuk parfumnya ini cukup mahal, yaitu sekitar lebih dari Rp 7 juta.
Kami pikir itu adalah upaya yang luar biasa dan seharusnya tidak hanya dibatasi untuk orang mati. Siapa yang tidak ingin berlama-lama menghirup aroma dari kaus pacar mereka atau bau rumah tua mereka? Anda pun dapat memasukkan aroma ini ke dalam botol dan menyimpannya seumur hidup.
(mer/mer)