Penggunaan riasan wajah yang tak sesuai dengan umurnya untuk berpenampilan sehari-hari, juga pemilihan pakaian atau tas yang memang diperuntukkan bagi orang dewasa kini tak hanya dilakukan satu atau dua remaja. Maka tak heran banyak orang yang kaget ketika si remaja yang matang sebelum waktunya itu menyebutkan umurnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini banyak terjadi pada remaja karena pada masa remaja merupakan peralihan dari anak-anak menuju ke fase yang lebih dewasa. "Saat remaja mereka belajar tentang nilai peran dewasa. Itu membuat mereka pengin dianggap mature, lebih dewasa daripada usianya," kata psikolog Vera Itabiliana di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Akibatnya, para remaja pun melakukan usaha yang membuat mereka bisa lebih tua, misalnya dari segi penampilan. "Menurut mereka dengan begitu akan disukai oleh pria, padahal belum tentu," ujar Vera.
Ia melanjutkan, jika seorang remaja berpenampilan terlalu matang pun hal ini tidak hanya berpengaruh pada psikologisnya melainkan juga kehidupan sosialnya. "Kalau terlalu matang jadinya secara sosialisasi enggak pas dengan teman sebaya."
"Misalnya saja temannya masih suka Hello Kitty dia sudah enggak suka, mau enggak mau jadi terisolir," kata Vera menjelaskan. Bahkan jika mereka berteman dengan orang yang lebih dewasa sekalipun akan tetap ada dampak negatif karena secara emosional mereka belum siap.
(mer/mer)