Kenapa harus begitu? Padahal saat minum kopi, Anda bertujuan agar tumbuh kembali segar dan tak ngantuk lagi. Tapi yang jadi soal adalah Anda malah justru sakit perut dan ingin buang air besar.
Jawabannya adalah karena kafein kopi. Kafein merangsang sistem saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Saraf vagus yang mengontrol jantung dan saluran pencernaan menghubungkan sistem saraf pusat ke saluran pencernaan. "Jadi, rangsangan pada sistem saraf pusat juga akan memengaruhi pencernaan," kata Jacqueline Aizen seorang ahli diet bersertifikat kepada Thrillist.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kandungan xanthine dalam kopi dan juga jumlah kafeinnya adalah dua hal yang bertanggung jawab dalam perangsangan buang air besar.
Kecepatan reaksi ingin buang air besar setelah minum kopi, berbeda-beda setiap orangnya. Hal ini disebabkan karena perbedaan kecepatan orang untuk memetabolisme kafein. Namun bagi banyak orang, kopi adalah minuman pertama yang dinikmati setelah bangun tidur.
"Sebenarnya bukan hanya kopi yang bisa menghasilkan reaksi seperti ini. Namun teh berkafein tinggi juga memiliki efek yang sama," katanya. "Cokelat panas juga bisa. Namun tidak demikian halnya dengan minuman berenergi."
Selain buang air besar, xanthine juga ternyata dihubungkan dengan seringnya buang air kecil. Beberapa penelitian sudah membuktikan sifat diuretik dari senyawa ini. Namun, kata Jacqueline, pengaruh terhadap sifat diuretik ini tergantung dari berapa banyak jumlah kafein yang dicerna. Berdasar penelitian, kafein dan xanthine akan menyebabkan timbulnya sifat diuretik jika dikonsumsi lebih atau sama dengan 250 miligram. (chs/mer)