Master Practitip er of Neuro Lingusitic Programming (NLP) yang sekaligus pendiri Go Langsing, Nunny Hersianna memiliki pemikiran yang berbeda. Ia punya cara lain untuk menurunkan berat badan dengan masih memakan apapun tanpa takut merasa gemuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena mereka hanya mengikuti aturan dari luar padahal belum tentu cocok sama diri sendiri," ujar Nunny. Daripada mengikuti aturan yang terpaksa atau membuat tersiksa, menurut Nunny, lebih baik membuat tubuh lebih cerdas. "Memilih makanan yang tubuh mau."
Untuk itulah, ia membuat sebuah buku demi membantu masyarakat yang ingin menurunkan bobot tubuhnya tanpa harus menyiksa diri.
"Buku ini copy paste perilaku orang langsing supaya bisa terapkan pada yang ingin langsing. Mereka makan enak kan tapi tetap langsing," ujarnya.
Melalui buku setebal 232 halaman ini, Nunny mengajak pembaca mengubah pola pikirnya terhadap makanan. Ia bermain pada pikiran orang, bukan tips-tips diet untuk menghindari makanan.
Intinya, menurut Nanny, buku ini membantu orang lebih mengenali dirinya serta makanan yang dikonsumsi, sehingga bisa menciptakan pola kebiasaan makan tertentu.
Sudah banyak orang yang berhasil menurunkan berat badan dengan metode ini. Ada Viki yang berhasil menurunkan 10-15 kilogram berat badan dalam waktu sekitar 7 bulan. Meski memang tak instan, tapi ia mengaku berat badannya turun 1-2 kilogram setiap bulan.
"Saya tetap makan junk food, tapi lebih mencari yang ada kombinasi sayuran. Kesadaran kalau mau sehat harus makan yang berkualitas. Tapi tidak menutup kemungkinan makan macam-macam," ujar Viki.
Ada juga Deden yang berhasil menurunkan 20 kilogram berat badannya. "Mungkin yang paling saya senang power of positive thinking-nya. Bangun tidur dengan hati yang senang malam tidur nyenyak. Makannya juga lebih dinikmati betul," kata Deden.
(mer/mer)