Laboratorium Kallistem di kota Lyon, Perancis, pekan lalu mengumumkan mereka telah memperoleh ‘spermatozoa manusia lengkap secara in vitro’, sebuah keberhasilan besar untuk pertama kalinya setelah menjalani penelitian selama 15 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara ini hasil penelitian belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review dan para ahli menyambut berita keberhasilan ini dengan hati-hati. Tapi jika memang terbukti, ini bakal menjadi prestasi dan terobosan yang signifikan.
Spermatogenesis, proses yang dilalui sel reproduksi dasar - sel germinal - berkembang menjadi spermatozoa, adalah salah satu proses yang sangat kompleks. Menurut Kallistem dibutuhkan 72 hari di dalam tubuh manusia.
Para peneliti mengatakan terobosan itu bisa memberikan solusi untuk puluhan ribu laki-laki yang menderita azoospermia nonobstruktif — kondisi di mana produksi sperma abnormal dan menyebabkan kemandulan.
Menurut perkiraan perusahaan, pengobatan infertilitas laki-laki bisa memberikan pasar senilai lebih dari 2,3 miliar euro (sekitar Rp 33,7 triliun), dengan lebih dari 50 ribu pasien baru setiap tahun.
"Dari biopsi testis, akan memungkinkan mendapatkan spermatozoa yang akan dilakukan cryopreservation (pembekuan) sampai laki-laki itu ingin menjadi seorang ayah.”
Kallistem - yang berusaha meningkatkan pendanaan untuk penelitian berkelanjutan - akan mengadakan uji preklinis sampai 2016 dan uji klinis pada tahun 2017. Sebelumnya, penciptaan spermatogenesis di laboratorium hanya berhasil pada tikus.
(mer/mer)