Bayi Memilih Mendengar Suara Bayi Lain daripada Orang Dewasa

Windratie & Windratie , CNN Indonesia | Rabu, 13/05/2015 14:00 WIB
Bayi Memilih Mendengar Suara Bayi Lain daripada Orang Dewasa Bayi menganggap ocehan konyol bayi lain lebih menarik daripada apa pun yang orang dewasa katakan kepada mereka. (Jupiterimages/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Orang tua, terutama ibu, kerap berbicara dengan bayinya. Namun, coba untuk tidak tersinggung dari hasil penelitian terbaru ini. Bayi menganggap ocehan konyol bayi lain lebih menarik daripada apa pun yang orang dewasa katakan kepada mereka.

Sebuah penelitian terbaru menemukan, bayi berusia enam bulan, sangat suka mendengarkan suara bayi lain daripada orang dewasa. Para ahli percaya, hal ini bisa menjadi proses penting bayi untuk belajar berbicara.

Para peneliti di Universitas McGill di Montreal, Quebec, memainkan berulang-ulang suara vokal kepada bayi, baik dari suara perempuan dewasa ataupun suara yang dibuat oleh bayi lain.

Mereka mengukur berapa lama setiap suara menahan perhatian bayi, dan menemukan bahwa bayi memiliki preferensi yang jelas terhadap vokal bayi yang didengar.

Bahkan, bayi-bayi mendengarkan suara tersebut 40 persen lebih lama daripada rata-rata vokal orang dewasa yang terdengar. Para peneliti menjelaskan, ini bukan preferensi untuk suara yang akrab di telinga bayi, karena bayi yang mengambil bagian dalam percobaan adalah bayi yang belum mengoceh sendiri.

Akibatnya, vokal seperti suara bayi yang mereka dengar bukan bagian dari pengalaman yang sehari-hari mereka dengar.

Beberapa bayi menunjukkan minat mereka dengan menanggapi suara orang dewasa dengan wajah pasif netral, tetapi saat mendengarkan suara bayi mereka tersenyum dan menggerakkan mulut.

Seolah-olah mereka mengakui bahwa ini adalah suara yang bisa mereka buat, kata para peneliti dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Development Science, seperti dilansir dari laman resminya.

Penulis penelitian, Linda Polka, mengatakan bahwa orang tua mungkin sudah tahu hal ini secara intuitif. “Mungkin, jika kita menggunakan suara tinggi seperti bayi untuk berbicara dengan bayi kita, kita benar-benar mempersiapkan mereka untuk memahami suara mereka sendiri,” katanya.

Menurut Polka, sebagai orang dewasa, kita menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, tetapi ketika bayi mulai membuat suara pidato, itu seringkali berkaitan dengan menjelajahi daripada untuk berkomunikasi.

Kenyataannya,  bayi biasanya mengeluarkan vokal ketika mereka sendirian, tanpa interaksi atau kontak mata dengan orang lain, kata Polka melanjutkan.

“Itu karena untuk mempelajari bagaimana berbicara, bayi perlu menghabiskan banyak waktu menggerakkan mulut dan pita suara untuk memahami jenis suara yang dapat mereka ciptakan sendiri.

 “Mereka perlu secara harfiah menemukan suara mereka sendiri.”