"Anda dapat menunda timbulnya penurunan mental yang berkaitan dengan usia dengan pola makan yang kaya dengan antioksidan, seperti minyak zaitun dan kacang (pola makan Mediterania)," ujar kepala penelitian ini, Emilio Ros, seperti dilansir Health.com.
Dalam penelitian ini, Ros menghimpun data dari hampir 450 responden berusia rata-rata usia 67 tahun dalam rentang waktu 2003 hingga 2009.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama rentang waktu empat tahun, para peneliti memberikan tes kognitif berkala pada masing-masing kelompok. Tes tersebut terdiri dari tiga ranah, yaitu daya ingat, perhatian, dan daya pikir.
Setelah penelitian rampung, peneliti menemukan peningkatan daya ingat dan pikir pada kelompok pelaku pola makan Mediterania yang lebih tinggi ketimbang orang dengan diet rendah lemak.
"Lemak sehat dari makanan seperti kacang dan minyak zaitun memegang peranan penting dalam fungsi otak dan kesehatan," ucap ahli nutrisi klinis senior dari Universitas Pusat Medis New York, Samantha Heller.
Setiap sel saraf otak manusia dilindungi oleh lapisan lemak dan protein tipis yang disebut selubung mielin. Selubung ini melindungi struktur saraf dan membantu interaksi antarsel.
Otak membentuk jaringan selubung mielin dari lemak yang dimakan oleh manusia. Semakin sehat makanan dan lemak yang dikonsumsi, semkain sehat pula otaknya.
Asam oleat dalah salah satu lemak utama pembentuk selubung mielin.
"Minyak zaitu, almond, pikan, makadamia, kacang, dan alpukat adalah sumber terbaik dari lemak tersebut. Lemak-lemak sehat ini telah teruji dalam meningkatkan fungsi mental dan kesehatan otak dan mengurangi risiko Alzheimer," tutur Heller. (mer/mer)