Seperti diberitakan E! Online, Wardle mengaku pernah bercinta dengan 100 perempuan.
Padahal, sejak lahir ia mengalami kondisi langka yang disebut bladder exstrophy atau ekstrofi kandung kemih. Organ vital Wardle tumbuh di luar tubuhnya. Kondisi itu sangat langka, hanya dialami satu dari 10 ribu atau bahkan satu dari 50 ribu orang di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wardle mengakui, sepanjang hidupnya ia kesulitan menjalin hubungan serius dengan perempuan. Beberapa kali ia mencoba jujur pada perempuan, namun hasilnya tidak seperti yang ia harapkan. Ada saja reaksi ekstrem mereka.
"Saya hanya mengatakan 20 persen kejujuran pada mereka," kata Wardle pada New York Post. Ia mengaku, sulit menjelaskan kondisinya setiap kali ia berhubungan dengan perempuan baru. "Pernah sekali, wajah saya dipukul saat saya berusaha jujur pada satu gadis," katanya.
Hubungan mereka tentu saja kandas setelah itu. Menurut Wardle, gadis itu mungkin berpikiran ia telah membohonginya. Namun yang ia sampaikan justru kejujuran yang memang sulit.
Wardle kemudian terjatuh dalam depresi berkepanjangan. Ia sering dicemooh hingga akhirnya beberapa kali niat bunuh diri. Namun, penderitaan itu sebentar lagi akan berakhir. Wardle berencana melakukan sebuah operasi.
Berkat kecanggihan teknologi medis, ia bisa menjalani operasi pembentukan seksual. Organnya bisa kembali dibentuk dan berfungsi seperti sedia kala. "Dia berencana memperbaiki dengan kehadiran kekasih tercinta di sisinya," demikian tertulis dalam keterangan pers.
Operasi Wardle, perjuangannya jujur soal rahasia kecil itu kepada sahabat, mantan kekasih, sampai gadisnya kini, akan diungkap dalam sebuah dokumenter berjudul The Man with No Penis yang tayang 13 Juni mendatang di sebuah saluran televisi kabel.
(rsa/rsa)