Menurut Karin, arang merupakan hasil olah dari batok kelapa, kayu, bambu, atau cangkang kacang yang dibakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut penelitian, lanjut Karin, arang juga membantu proses pencernaan, mengurangi kembung, dan mengobati diare. "Yang paling penting adalah bisa juga untuk kecantikan, yaitu menyerap debu dan asap yang menempel di wajah," tutur Karin.
Arang dapat menyerap hingga 40 persen racun yang masuk ke dalam tubuh. "Racun yang efektif diserap itu dari obat, arsen, asam lemak, formalin, pestisida, merkuri, dan racun tanaman yang enggak disadari masuk dalam melalui buah atau sayur," kata Karin memaparkan.
Namun, arang tidak efektif menyerap beberapa racun seperti besi, alkohol, dan hidrokarbon.
Karin menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi yoghurt arang. Pasalnya, menurut penelitian sebenarnya arang boleh dikonsumsi sebanyak 100 gram perhari. Dalam yoghurt, hanya ada satu gram arang.
"Arang juga tidak akan diserap tubuh, melainkan dibuang bersama dengan kotoran. Setelah makan charcoal yoghurt, jangan panik kalau kotoran berwarna hitam. Itu berarti racun keluar," ucap Karin.
(mer)