Ada juga permainan petak umpet di lapangan yang gelap gulita, lalu permainan Bloody Mary, di mana seseorang menatap di cermin, sendirian, dengan kondisi ruangan yang gelap, lalu mengatakan Bloody Mary tiga kali untuk memanggil arwah perempuan tersebut.
Ada juga permainan Candy Man. Cara mainnya hampir mirip dengan Bloody Mary. Menatap cermin dan mengatakan Candy Man lima kali untuk memanggil arwah budak berkulit hitam yang berlumuran darah dan ribuan lebah muncul dari mulutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari laman Independent, belum ada penelitian akademis tentang permainan supranatural oleh anak-anak, tetapi banyak bukti mengatakan permainan sangat populer. Misalnya, pada Desember 2014 penjualan papan Ouija meningkat 300 persen. Papan ini juga dipasarkan untuk anak-anak dan remaja di tempat-tempat seperti Toys R Us.
Pertanyaannya adalah, mengapa anak-anak senang dengan permainan menakutkan? Apa bahaya permainan tersebut? Penelitian akademis tentang permainan supranatural memang belum ada, tetapi penelitian tentang mengapa kita suka menonton film supranatural menakutkan sudah dilakukan.
Penelitian psikologi melaporkan, ada tiga alasan utama kenapa banyak orang senang menonton film horor supranatural. Yaitu, ketegangan (dihasilkan oleh ketegangan misteri dan teror), relevansi (berhubungan dengan relevansi pribadi, kebermaknaan budaya, takut mati, dan lain-lain), unrealism atau sesuatu hal yang begitu jauh dari keberadaan sehari-hari kita.
Teori psikoanalitik mengatakan, ada gagasan katarsis ketika menikmati tontonan horor supranatural, yakni karena kita terlibat dalam kegiatan menakutkan. Kegiatan menakutkan adalah cara membersihkan emosi negatif atau sebagai cara untuk meredakan frustasi yang terpendam.
(win/mer)