Di awal penjelasannya, Pradana menekankan bahwa salah satu hal penting bagi pengidap diabetes saat berpuasa adalah selalu memeriksa kadar gula dalam darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan terlalu manis, banyak lemak, dan santan. Makanan manis itu membuat gula darah naik dengan cepat, tapi tidak bertahan lama. Itu yang menyebabkan hipoglikemia," ucap Pradana.
Sebaliknya, Pradana menyarankan para pengidap diabetes mengasup makanan banyak serat. "Selain itu, konsumsi karbohidrat kompleks, seperti nasi saat sahur. Karbohidrat kompleks akan lama dicerna dan bertahan lama dalam tubuh," papar Pradana.
Lebih jauh, Pradana menganjurkan agar pasien tidak mengonsumsi buah dalam bentuk jus. "Sama seperti nasi, buah juga lebih lama dicerna dibanding jus yang tidak bertahan lama. Buah membuat gula darah tidak terlalu naik," tutur Pradana.
Salah satu hal krusial yang ditekankan adalah asupan air ke dalam tubuh. Pasalnya, pengidap diabetes sudah memiliki potensi penggumpalan darah.
"Selama puasa, tentu ada dehidrasi dan potensinya bagi penderita diabetes akan lebih tinggi. Komplikasinya bisa menyumbat pembuluh darah hingga stroke," ucapnya.
Selain menjaga pola makan, Pradana menganjurkan pengidap diabetes untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa. "Semua orang memiliki kondisi berbeda. Jangan sampai kita mau ibadah malah mencelakakan diri sendiri," kata Pradana.
(mer/mer)