Publix, supermarket tempat Brandon Wesley (19) bekerja, tidak masalah jika pegawainya memelihara kumis, tapi menumbuhkan jenggot tidak diizinkan di toko retail tersebut.
Wesley tidak terima, dia pun mengajukan petisi melalui coworker.org untuk meyakinkan perusahaan itu agar memperbarui kebijakan rambut wajah. Petisi tersebut sudah mendapatkan lebih dari 6.800 tanda tangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang karyawan yang menandatangani petisi, Michael H., mengatakan bahwa kulitnya sangat sensitif, mencukur rambut bisa menyebabkan iritasi di kulitnya.
“Akan sangat baik jika saya tidak memutilasi diri hanya untuk mendapatkan gaji,” katanya berkomentar di halaman petisi tersebut. “Lagi pula kami bukan tentara. Laki-laki memiliki jenggot. Enyahkan aturan tersebut.”
Publix mengizinkan pegawainya memiliki jenggot di Toko GreenWise, yang menjual produk organik. Wesley berkata, program jenggot ini nyatanya berhasil di GreenWise. “Jadi mengapa tidak menerapkan kebijakan baru ini di mayoritas bisnisnya,” kata Wesley berargumen.
Publix kembali mengevaluasi kebijakan pegawainya. Juru bicara perusahaan mengatakan, “Sebagai produsen dan pengecer makanan, kehadiran jenggot adalah tantangan.”
(win/mer)