Sekitar setengah dari jumlah 2,3 juta anak yang hidup dalam kemiskinan relatif di Inggris memiliki orang tua perokok, berdasarkan analisis dari Universitas Nottingham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tessa Langley, dokter dari Pusat Penelitian Tembakau dan Alkohol di Nottingham, Inggris, mengatakan, merokok memotong penghasilan untuk biaya makan sehari-hari, pakaian, dan merawat anak-anak.
“Studi menunjukkan, jika pemerintah kita, juga layanan kesehatan kita, membuat prioritas untuk mengobati ketergantungan merokok, maka ini bisa berpengaruh besar terhadap kemiskinan anak-anak dan juga kesehatan,” katanya.
Penelitian terpisah dari Universitas Edinburgh mengungkap, pada 2007 larangan merokok di tempat umum mengurangi jumlah anak yang dirawat di rumah sakit karena infeksi pernapasan.
Pengurangan terbesar terlihat dari jumlah laporan infeksi dada yang turun sekitar 14 persen dengan cepat. Upaya pengendalian rokok di Inggris, yang memperkenalkan kemasan rokok polos pada 2017, digugat oleh perusahaan rokok raksasa di pengadilan tinggi di Inggris.
Pekan lalu, perusahaan rokok terbesar ketiga di dunia Japan Tobacco International (JTI), bergabung dengan Philip Morris International dan British American Tobacco, mengajukan gugatan terhadap pemerintah Inggris.
JTI mengklaim, langkah pemerintah, yang akan membuat semua kemasan produk rokok dijual dalam kemasan standar, bertentangan dengan kewajiban dari Organisasi Perdagangan Dunia.
(win/mer)