Menurut Subuh, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri belum menganjurkan travel warning terkait MERS yang sudah mewabah di Korea Selatan. WHO menilai kasus MERS tersebut masih bisa dikendalikan di tingkat negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Subuh, kebanyakan korban yang meninggal adalah orang lanjut usia (lansia), sehingga faktor usia dan penyakit kronis yang diderita juga perlu dipertimbangkan.
“Tapi kita tetap waspada. Sejak awal merebak, kita sudah memperketat keamanan di 13 pintu masuk internasional dan kantor kesehatan pelabuhan. Tadinya hanya pengunjung dari Timur Tengah, sekarang ditambah Korea Selatan,” katanya.
Menurut Subuh, berbagai tindakan antisipasi dan kewaspadaan sudah dilakukan di Indonesia, antara lain:
1. Melakukan pengetatan cegah tangkal di semua pintu masuk internasional baik bandara dan pelabuhan. "Kantor kesehatan pelabuhan telah siap melaksanakannya, karena selama ini kewaspadaan terhadap MERS-CoV belum dicabut." Artinya, penumpang pesawat dari Korea Selatan perlu dilakukan kewaspadaan dengan pemeriksaan suhu badan memakai termal scanner.
2. Mengulangi kembali sosialisasi pada masyarakat untuk perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, dan memakai masker bila sedang bepergian ke negara tertular.
3. Menyiagakan fasilitas kesehatan rumah sakit untuk kewaspadaan penanganan kasus.
Subuh juga mengatakan sudah berkomunikasi dengan pihak berwenang di Korea Selatan. “Mereka (Korea Selatan) menjamin MERS bisa diisolasi,” ucap Subuh. “Yang penting, masyarakat kita juga perlu meningkatkan awareness. Kalau mau berkunjung ke sana, ya makannya dijaga, pakai masker.”
(mer)