Jokowi sebagai juragan mebel, juga sering menyumbang dan mengadakan kegiatan pesta rakyat dan syukuran di lingkungannya. Bahkan, ia membuat sebuah gedung pertemuan berkapasitas seribu orang bernama Graha Saba Buana yang berlokasi tak jauh dari rumahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak faktor selain kapasitas besar dan megah yang menjadikan gedung ini rujukan utama tempat pernikahan di Solo. "Bapak (Jokowi) pasang diskon 10 hingga 15 persen jika yang menggunakan gedung adalah tetangganya," kata Septi, tetangga Jokowi sekaligus pemilik kedai sate kambing ‘Pak Dahlan’. "Waktu saya menikah pada 2005, harganya sekitar Rp 13 juta.”
Meski gedung tersebut memiliki kapasitas seribu orang, namun jika penggunaannya kurang dari kapasitas, maka harga akan menyesuaikan. Tak hanya itu, diskon juga diberikan jika penggunaannya melebihi kapasitas.
"Jika tetangga yang menggunakan melebihi kapasitas dari seribu orang, maka kelebihan kursinya tidak dihitung,” ujar Septi.
Septi adalah salah satu yang merasakan 'miring'nya harga gedung Graha Saba Buana ini. Saat ia menikah, tamu yang hadir sejumlah 1200 tamu, melebihi kapasitas dari gedung sehingga membutuhkan tambahan kursi di selasar.
Namun karena Septi adalah tetangga dari Jokowi, maka kelebihan 200 kursi tersebut digratiskan, padahal biasanya gedung akan meminta biaya tambahan kursi yang digunakan sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu per kursi yang dipakai. Jelas kortingan ini sangat menyenangkan para calon pengantin.
Kini, pernikahan Gibran dan Selvi tinggal menghitung jam. Lokasi pernikahan yang bertempat di gedung milik ayahnya sendiri, Graha Saba Buana, setidaknya mendapatkan gambaran seberapa banyak pengeluaran yang dikeluarkan oleh Gibran. Paling tidak, ia tidak harus pusing memikirkan jika tamu datang berlebih pada resepsi nanti.
(mer)