Selama prosesi pernikahan, ada beberapa kegiatan yang biasanya muncul dalam adat Jawa setelah akad nikah dilakukan. Beberapa sangat sering dilakukan oleh masyarakat umum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Injak telur menandakan pengantin pria dan wanita telah siap lahir dan batin untuk menjalani proses kehidupan dan mempersiapkan diri untuk mendapatkan keturunan," kata Mufti Rahardjo, bagian Budaya dari Panitia Pernikahan Gibran dan Selvi kepada CNN Indonesia di Solo, beberapa waktu yang lalu.
2. Balang-balangan gantal
Jika Anda pernah melihat sepasang pengantin yang baru akad saling melempar sesuatu kepada pasangannya, itu bukan tanda mereka bertengkar, tapi justru sebagai ungkapan suatu prosesi bernama balang-balangan gantal.
"Ini tandanya keduanya sudah satu tujuan," kata Mufti.
Balang-balangan gantal berupa saling melempar daun sirih yang digulung kemudian diikat. Mempelai pria akan melempar pelan sirih tersebut ke arah dada perempuan, sedangkan mempelai perempuan akan melembar ke arah paha laki-laki.
Kegiatan melempar tersebut juga memiliki nama, yaitu gundang tutur dan gundang asih. Keduanya melambangkan kesepakatan dalam kebersamaan dan kasih sayang.
3. Sinduran
Sinduran adalah prosesi menyingkap kain merah putih di bagian belakang mempelai pria dan wanita.
"Lambang merah dan putih itu menggambarkan lingga dan yoni," kata Mufti.
Lingga dan Yoni merupakan lambang yang menggambarkan kesuburan dan menggambarkan laki-laki dan perempuan.
4. Duduk di pelaminan
Setelah memasuki ruangan pelaminan dengan berbagai prosesi, kedua mempelai akan duduk bersama di pelaminan. Duduk bersamaan ini pun juga memiliki arti.
"Artinya pengantin sudah sejajar, tidak ada lagi perbedaan, dan semoga keberkahan selalu diberikan kepada keluarga,” kata Mufti.
Di atas pelaminan akan ada satu prosesi yang mewajibkan mempelai untuk saling suap-menyuap makanan, kegiatan ini bernama dulang-dulangan. Dulang-dulangan ini berarti saling tolong menolong dalam menjalin biduk rumah tangga.
(mer)