Ternyata memang tak ada batasan ideal berapa lama seseorang sebaiknya mandi. Terlalu cepat atau lama sama-sama ada risikonya. Dokter Atika dalam sebuah temu media di Restoran Kembang Goela, Jakarta, Senin (15/6 ) mengatakan jika terlalu cepat maka dikhawatirkan ada bagian kulit yang terlupa dibersihkan hingga tidak tujuan mandi tidak maksimal.
Sementara jika dilakukan terlalu lama mandi juga bisa mengurangi kelembaban kulit sehingga kuli jadi kering.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada tujuh area tubuh yang harus jadi perhatian khusus saat mandi dengan menggunakan air yang mengalir dan sabun antibakteri. Area tersebut adalah belakang daun telinga, leher, lipatan lengan, ketiak, selangkangan, punggung dan kaki.
“Sudah menyentuh segala macam benda terus sentuh mulut hidung, mata itu bisa jadi penyakit apa lagi interaksi sama orang lain misalnya," kata Atika. “Jadi memang paling baik kalau di negara tropis mandi sehari dua kali minimal.”
Di lain pihak Atika menyanggah mitos bahwa mandi di malam hari dapat menimbulkan penyakit.
"Memang ada beberapa orang yang setelah mandi malam jadi sakit tenggorokan dan pilek. Tapi itu hanya orang orang tertentu yang memang ada bakat alergi. Jadi yang bilang mandi malam itu penyebab rematik itu enggak bener, mitos saja,” kata Atika. (utw/utw)