Seperti dilansir Reuters, gaun tersebut diperagakan pada Cheap Chic Weddings Toilet Paper Wedding Dress Contest di New York pada Rabu (17/6). Sepuluh desainer adu kebolehan untuk mendapatkan hadiah sebesar US$10 ribu atau setara Rp133 juta dalam ajang tahunan ini.
Salah satu penggagas kompetisi ini, Laura Gawne, mengatakan bahwa peraturannya sangat mudah. "Mereka harus menggunakan tisu toilet Charmin, jenis selotip apapun, jenis lem apapun, dan mereka boleh menggunakan jarum serta benang," ujar Gawne.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, pergelaran diadakan di toko busana pernikahan Kleinfeld yang akan langsung menjual gaun jawaranya. Sebelum peragaan busana dimulai, perancang busana memberikan sentuhan terakhir pada gaunnya sebelum para model dibalut tisu toilet dan ditimbang.
"Ada 4.585 bunga yang dipotong dan disusun tangan. Kami menggunakan selotip, lem, dan Charmin," tutur Carol Touchstone, salah satu perancang busana yang akhirnya menduduki posisi ketiga dalam kompetisi tersebut.
Pemenangnya adalah gaun halter-neck bergaya tuxedo yang dapat dipadupadankan dengan jaket. Aksesoris topi dan dasi kupu-kupu menghiasi gaun karya Donna Pope Vincler ini. Pembuatan baju ini memakan waktu tiga bulan, menghabiskan 22 gulung tisu dan banyak selotip serta lem.
"Menakjubkan melihat betapa kuatnya lekatan lem dan kertas. Setelah proses pengerjaan rampung, saya memukulnya seperti drum. Gaun ini sangat kuat. Saya bahkan tidak tahu ada berapa banyak layer. Saya hanya menjahitnya hingga saya pikir semuanya akan menyatu dan bertahan," kata Vincler.
(utw/utw)