Cyrus yang datang setelah aktris Jemima Kirke itu dengan bangga memamerkan rambut ketiaknya yang tidak dicukur, Kirke juga berbuat hal yang sama. Namun, kembalinya fenomena tidak mencukur rambut ketiak ini, menurut beberapa orang, harus dikurangi.
“Ini kengerian yang layak,” kata Stacy Cox, seorang ahli kecantikan. “Saya tidak menyesali siapapun yang menjelajahi tren ini, tapi ini bukan untuk saya.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lady Gaga mewarnai rambut ketiaknya dengan warna biru kehijauan pada 2011. Namun, para selebriti ini membuat pernyataan kabur dengan mengatasnamakan feminisme atas tren memelihara bulu ketiak tersebut.
Madonna membuat sebuah pernyataan kontroversial. “Saya melihat bagaimana gadis-gadis populer harus bersikap demi mendapatkan anak laki-laki. Saya tahu, saya tidak bisa masuk ke arus tersebut. Jadi, saya memutuskan sebaliknya,” kata Madonna ketika diwawancarai oleh majalah Harper's Bazaar pada 2011.
“Saya menolak memakai makeup dan memiliki gaya rambut. Saya menolak mencukur rambut (di tubuh). Saya punya ketiak berbulu. Anak-anak di sekolah mengejek saya,” katanya menambahkan.
Dewasa ini, seorang aktivis China, Xiao Meili, memulai kontes foto yang mengharuskan pesertanya memamerkan bulu ketiak yang tidak dicukur. Kontes unik adalah bentuk kampanye atas ketidaksetaraan gender.
Norma feminin untuk mencukur rambut ketiak telah dimulai sejak 1915, kira-kira di masa ketika pisau cukur silet ditemukan. Namun, dulu perempuan mencukur bulu ketiaknya untuk satu alasan sederhana, agar ketiaknya tidak berbau tak sedap.
“Rambut (di ketiak) menahan bau, itu satu kelemahan,” kata Cox. “Jadi jika Anda ingin ikut tren ini sebaiknya beli beberapa deodoran ekstra.”
(win/utw)