Penelitian di jurnal American Medical Association ini membuktikan bahwa obat disfungsi ereksi dapat menyebabkan melanoma. Mereka melihat lebih dekat kepada obat yang dikenal sebagai inhibitor PDE5 (phosphodiesterase type 5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, risiko paling menonjol terlihat pada laki-laki yang mendapatkan resep tunggal, yakni sekitar 32 persen lebih tinggi. Risiko melanoma pada laki-laki yang mendapatkan resep ganda adalah 14 persen lebih tinggi, yang secara statistik tidak signifikan, menurut penelitian yang dipimpin oleh Stacy Loeb dari Universitas New York ini.
Peneliti juga dibingungkan oleh temuan, laki-laki yang mengonsumsi obat disfungsi ereksi lebih mungkin didiagnosis melanoma tingkat awal, bukan kanker stadium tinggi yang berisiko tinggi.
Penulis penelitian menekankan, risiko melanoma yang mereka temukan pada laki-laki yang mengonsumsi obat disfungsi ereksi adalah rendah. Mereka menambahkan, ada sekitar tujuh kasus tambahan kanker per seratus ribu laki-laki yang mengonsumsi inhibator PDE5.
(win/mer)