“Pada saat berpuasa tubuh akan kekurangan cairan, maka penting bagi ibu hamil memerhatikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi,” kata Frizar.
Dehidrasi diakibatkan dari tubuh yang kehilangan cairan lebih cepat daripada masuknya cairan. “Saat puasa tubuh akan kekurangan cairan, sementara ibu hamil harus menjaga tubuhnya dari dehidrasi.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jangan melakukan kegiatan yang berlebihan, tetap istirahat,” tuturnya. Ketika berpuasa, ibu hamil juga sebaiknya tidak bekerja terlalu berat, seperti mengangkat beban yang terlalu berat. Cegah dehidrasi dengan tidak melakukan kegiatan berlebihan. Cobalah untuk tidak berjalan jauh atau membawa beban berat.
“Jangan melakukan aktivitas yang membuat dehidrasi, misalnya panas-panasan,” ucap Frizar melanjutkan. Cara lain menghindari dehidrasi adalah dengan tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang bersifat deuretik.
Dia menyarankan, supaya ibu hamil tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang membuat buang air kecil terus-menerus, misalnya kopi.
Lalu, ibu hamil sebaiknya pertimbangkan untuk menghentikan berpuasa jika dia mulai merasa lemas, pusing, dan sakit kepala. “Jika ibu hamil merasa sangat lemas dan tidak kuat lebih baik untuk membatalkan puasa daripada membahayakan janin dan dirinya,” kata Frizar.
Pusing atau sakit kepala adalah tanda otak tidak medapatkan cukup aliran darah dan oksigen, kata Frizar.
(win/mer)