Para peneliti menguji serangkaian tutorial pengelolaan nyeri berbasis web pada orang-orang dewasa yang menderita gejala lebih dari enam bulan.
Terlepas dari berapa banyak kontak pasien dengan dokter, mereka mengalami pengurangan kecacatan dan kecemasan yang signifikan, serta rasa nyeri pada tingkat rata-rata di akhir masa delapan minggu percobaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka tidak memiliki penyakit psikotik atau depresi berat, serta memiliki akses rutin ke komputer dan internet.
Para peserta, kemudian dibagi menjadi tiga kelompok untuk menerima tutorial berbasis web bersamaan dengan kontak teratur dengan dokter selama penelitian.
Kelompok kontrol, yakni kelompok keempat, diberitahu bahwa mereka menunggu dalam daftar untuk program online dan melakukan pengobatan yang biasa mereka lakukan dengan dokter.
Pasien dalam kelompok yang harus kontak teratur harus berkonsultasi setiap minggu lewat telepon atau email dengan dokter yang terlatih dalam psikologi.
Sementara, peserta dengan kelompok kontak opsional diberitahu cara tersebut tersedia jika mereka menginginkannya. Kelompok yang tidak melakukan kontak, diberitahu dokter hanya tersedia jika mereka mengalami kesulitan teknis dan darurat kesehatan mental.
Kelompok yang harus kontak teratur memiliki waktu rata-rata 68 menit untuk berkonsultasi dengan dokter selama masa pengobatan delapan minggu. Sementara grup kontak opsionla hanya 13 menit,dan kelompok dengan kontak darurat hanya sekitar lima menit.
Selama periode tersebut, para peserta dalam terapi juga mendapatkan lima pelajaran berbasis web, berfokus pada pengelolaan nyeri, menggunakan teknik terapi perilaku kognitif.
Setelah delapan minggu, peserta yang mendapat terapi memiliki pengurangan rata-rata minimal 18 persen kecacatan, 32 persen kegelisahan, 36 persen depresi, dan 12 persen untuk tingkat nyeri yang khas. Perbaikan ini terus bertahan, bahkan setelah tiga bulan.
(win/mer)