Seperti dilansir Reuters, usia remaja belasan tahun merupakan periode penting dalam pertumbuhan tulang. Tingkat kepadatan tulang nantinya dapat berpengaruh pada risiko osteoporosis di masa tua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penelitian ini, Winther dan rekan-rekannya menghimpun data dari 316 anak laki-laki dan 372 gadis dengan rentang usia 15-19 tahun. Mereka diminta melaporkan berapa jam sehari menghabiskan waktu di depan layar komputer atau televisi. Selain itu, responden juga diminta untuk menjabarkan berapa banyak waktu yang mereka luangkan untuk bersantai, berjalan, bersepeda, atau berolahraga dalam sepekan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang menghabiskan waktu dua hingga empat jam sehari di depan layar memiliki berat badan lebih tinggi. Di antara responden tersebut, ternyata anak laki-laki menghabiskan waktu lebih banyak di depan layar ketimbang perempuan.
Namun, pada lama waktu penatapan layar yang sama, tingkat kepadatan mineral tulang anak laki-laki jauh lebih rendah daripada perempuan. Kepadatan tulang ini diukur di bagian pinggul, tulang paha, dan bagian tubuh lain yang rawan patah.
"Penemuan paling penting adalah hubungan antara kebiasaan bersantai memandang layar dan kepadatan massa tulang pada anak laki-laki ini dapat bertahan hingga dua tahun kemudian," kata Winther.
Untuk mencegah bahaya tersebut, American College of Sports Medicine menyarankan anak-anak untuk melakukan 10-20 menit kegiatan gimnastik, berlari, atau melompat setidaknya tiga hari dalam sepekan.
(mer)