Beberapa tahun belakangan, banyak turis terlihat menenteng kamera digital single lens reflex (DSLR) demi menjepret momen dengan kualitas tinggi. Namun, ukurannya yang besar membuat liburan tidak praktis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut penuturan Romi, cara kerja kamera tanpa cermin ini lebih sederhana ketimbang DSLR yang masih memakai efek periskop. "Kalau DSLR itu apa yang ditangkap kamera itu dipantulkan dulu ke cermin. Kalau mirrorless itu apa yang ditangkap lensa langsung ditangkap sensor," tutur Romi.
Dengan sistem lebih sederhana dan sensor tak kalah dengan DSLR, kata Romi, gambar yang dihasilkan pun lebih tajam.
Selain itu, tren yang kini sedang berkembang adalah kamera dengan fitur wifi. Menurut Romi, fitur tersebut sangat berguna bagi para pelancong yang gemar bereksperimen.
Romi pun menuturkan kembali pengalamannya mengejar momen di tempat berdebu tebal. Jika menggunakan kamera tanpa wifi, tentu Romi harus terus membidik di belakang kamera. Dengan teknologi wifi, Romi dapat menghindari hujan debu dan berteduh di tempat aman.
"Saya tinggal sambungkan kamera dengan gadget menggunakan wifi. Kamera saya taruh di tempat berdebu, tinggal lapis plastik. Saya atur dan pantau lensa dari handphone. Kalau sudah siap jepret, tinggal tekan tombol di gadget," kata Romi.
Hasil jepretan pun dapat langsung dilihat melalui layar ponsel pintar. Bagi penggila jejaring sosial, foto tersebut bahkan dapat langsung diunggah. "Tren sekarang memang sudah sangat membantu. Canggih," ucap Romi.
(mer)