Seperti dilansir The Independent, sebagian besar kematian merupakan akibat dari diabetes, yaitu diperkirakan sekitar 133 kasus setiap tahun. Sementara itu, 45 ribu orang lainnya meninggal dunia karena serangan jantung, dan 6.450 lainnya digerogoti kanker akibat mengasup minuman yang sudah diberi pemanis berupa gula (SSB), seperti minuman buah-buahan, es teh manis, minuman bertenaga, atau minuman rumahan lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun studi ini dilakukan oleh peneliti dari Amerika dan Inggris, saran kebijakan yang diajukan sebenarnya ditujukan untuk semua negara.
"Banyak negara di dunia memiliki angka kematian yang signifikan hanya akibat pola makan, makanan yang sudah diberi pemanis gula. Seharusnya ini menjadi prioritas global untuk mengurangi atau mengeliminasi makanan berpemanis gula dari pola makan," ujar peneliti senior dalam studi ini, Dariush Mozaffarian.
Namun, hasil penelitian ini masih dipertanyakan oleh beberapa pihak. Kepala Asosiasi Minuman Bersoda Inggris, Gavin Partington, mengatakan bahwa penelitian ini tidak menunjukkan langsung hubungan antara konsumsi SSB dan penyakit kronis seperti diabetes atau kanker.
"Peneliti tidak memberikan bukti saat mereka secara tidak logis dan salah menggunakan kalkulasi makanan dari seluruh pelosok bumi dan menuding bahwa makanan tersebut adalah penyebab kematian yang diklaim sendiri oleh peneliti karena penyakit kronis," kara Partington.
(mer)