Mengacu pada data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2013, tingkat kegemukan anak usia 5-12 tahun mencapai sekitar 18,8 persen. Kegemukan ini menjadi masalah besar karena komplikasi penyakit yang disebabkannya di masa depan akan sangat merugikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Damayanti menuturkan bahwa bayi yang baru lahir akan memasuki tahap adipositas atau penimbunan lemak sehingga BMI akan terus naik. Puncak adipositas akan terjadi pada saat bayi menginjak usia delapan bulan.
Setelah delapan bulan, BMI bayi akan turun secara perlahan hingga akhirnya kembali naik ketika menginjak usia lima tahun. "Jika setelah delapan bulan BMI itu terus naik, berarti ada potensi obesitas," kata Damayanti.
Potensi tersebut dapat diredam dengan melakukan aktivitas dan pola makan yang baik. Konsultasi dengan dokter anak pun sangat dianjurkan karena masalah setiap individu tentu berbeda-beda.
"Kalau masih bayi, harus banyak merangkak. Makan juga harus diatur. Jangan susu terus, harus mulai dikenalkan makanan halus dan porsinya dikonsultasikan dengan dokter," ucap Damayanti.
(mer)