Melalui aksi tersebut, Li unjuk kebolehan sebagai lulusan arsitektur dari Inner Mongolia University of Science and Technology. Li berharap ada investor yang tertarik untuk mengembangkan bisnis bersamanya.
Seperti dilansir The Independent, ide bisnis mandiri ini tercetus ketika Li tak puas dengan hasil magang di sebuah perusahaan konstruksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbekal bantuan kucuran dana 70 ribu Yuan atau setara Rp 150,5 juta dari ayahnya, Li akhirnya membangun kantor impiannya tersebut.
Meskipun menjalani gaya hidup sederhana, ayah Li sangat mendukung gagasan putranya. "Kami dapat melihat bahwa ia memiliki determinasi kuat untuk membangun bisnisnya sendiri," tutur sang ayah.
Pernyataan ayah Li terbukti tak berapa lama setelah pembangunan rampung. Karya seni Li langsung menarik perhatian warga desa sekitar dan menjadi buah bibir karena bangunan tersebut bersinar ketika ditimpa cahaya pada malam hari.
Namun, tak semua orang terpukau begitu saja. Seorang arsitek lokal, Tang Ji, mengingatkan bahwa bangunan tersebut berisiko hancur karena berat botolnya.
(mer)