Menurut penggagas merek mukena Siti Khadijah yang berbasis di Malaysia, Padzilah Enda Sulaiman, hal ini tak sepatutnya terjadi. "Saat kita pergi ke pesta atau acara penting, kita selalu memakai pakaian bagus. Seharusnya, setiap menghadap Allah saat salat kita juga melakukan hal serupa," ujar Padzilah dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (8/6).
Berangkat dari pemikiran tersebut, Padzilah membuat kreasi mukena mewah untuk ibadah yang seharusnya istimewa, termasuk saat Lebaran. Kreasi tersebut terangkum dalam satu koleksi dengan enam model mukena.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih dengan bahan katun yang sama, koleksi kedua menawarkan motif abstrak. Garis emas yang ditumpuk di atas motif abstrak tersebut membuat tampilan mukena tidak monoton.
Motif yang sama ditemukan pada model mukena ketiga. Bedanya, bordir di sekitar mukena dan daerah wajah lebih berkilau dengan pilihan benang perak.
Motif menonjol lainnya terlihat dalam mukena selanjutnya yang menampilkan bentuk bulan sabit di seluruh bagian. Motif bulan sabit tersebut menggunakan benang perak khusus sehingga terlihat bersinar.
Kilau paling terlihat pada mukena terakhir yang menggunakan bahan sutera. Tak seperti yang lainnya, mukena ini tak menampilkan motif di sekujur kain. Kilau sutera sudah terlihat mewah dengan tambahan renda di sekitar mukena.
Segala kemewahan tak akan berarti jika bahan kain tak nyaman dipakai. Padzilah pun memastikan bahwa bahan kain ini sangat nyaman dipakai.
"Semua bahan pilihan yang sudah diuji coba berulang-ulang jadi pasti nyaman digunakan saat beribadah agar lebih khusyuk," kata Padzilah.
Untuk mendapatkan kemewahan dan kenyamanan tersebut, masyarakat harus merogoh kocek sekitar Rp 575.000 hingga Rp 1.250.000.
(win/win)