Sesuai tajuk acara, pameran ini akan menguak sejarah bagaimana sepatu atletik ini bertransformasi dari untuk bersantai menjadi kelengkapan olahraga hingga sebuah budaya.
"Ini adalah sebuah pertunjukan yang mengeksplorasi benda yang sangat populer di tengah masyarakat ini. Semua orang memiliki sepasang sepatu sneaker, tapi acara ini akan menguak sejarahnya, mulai dari abad ke-19 hingga saat ini dan bagaimana jenis sepatu itu menjadi simbol yang memiliki banyak makna," ujar kurator pameran, Lisa Small, seperti dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi |
Pada awal 1970-an, sneaker beralih fungsi menjadi sepatu olahraga. Produksi sneaker yang menggandeng bintang basket Michael Jordan akhirnya menjadi momentum besar bagi perkembangan sejarah tata busana dunia. Desainer papan atas dan selebriti seperti Kanye West pun mulai terjun ke bisnis sneaker. Jenis sepatu tersebut merambah ke ranah elit.
"Kami memiliki sepatu yang didesain Kanye West untuk Louis Vuitton. Kami punya sneaker rancangan Christian Louboutin, itu salah satu fakta yang sangat menarik. Perancang sepatu mewah perempuan memasuki permainan sneaker lelaki. Ada Prada, Louboutin, Jimmy Choo," tutur Small.
Sorotan juga tertuju pada 23 pasang sepatu Air Jordan yang merupakan hasil kolaborasi Nike dan Michael Jordan. Ada pula sepasang sepatu Adidas yang telah dibubuhi tanda tangan dan didonasikan oleh grup rap Run DMC.
Pengunjung juga dapat melihat sepatu lari yang diberikan oleh penggagas Adidas, Adi Dassler, kepada atlet Jesse Owens untuk latihan Olimpiade 1936 di Berlin.
Tak kalah penting, pengunjung juga dapat menuturkan pengalaman bersejarah mereka dengan sneaker dalam instalasi interaktif.
(mer)