Akan tetapi tentu saja, seperti tahun-tahun sebelumnya, arus pemudik yang menggunakan kendaraan umum pasti sangat banyak. Kebanyakan orang mungkin enggan berdesakan biasanya memilih pakai kendaraan pribadi, termasuk mobil dan bahkan motor.
Mudik dengan motor memiliki banyak risiko. Salah satunya adalah risiko kecelakaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain risiko kecelakaan, mudik dengan motor, dikatakan Tjandra juga memiliki risiko kesehatan yang cukup berbahaya.
"Perlu pula disadari bahwa naik sepeda motor berjam-jam bisa mengakibatkan setidaknya empat masalah kesehatan."
Duduk berjam-jam di motor kala mudik bisa berpotensi menyebabkan rasa sakit di punggung. Risiko ini biasanya disebabkan oleh masalah otot yang kaku.
Risiko kesehatan kedua yang bisa menyerang adalah gangguan metabolisme tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa duduk berjam-jam dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh, termasuk gangguan kolesterol maupun gula darah.
"Bermotor selama berjam-jam juga bisa menyebabkan nyeri leher," ucapnya.
Nyeri leher ini bisa disebabkan oleh peradangan pada sendi tulang belakang.
Selain itu, mengendarai sepeda motor selama berjam - jam juga dapat menurunkan konsentrasi dan kelelahan, sehingga berisiko terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas.
"Kalau toh terpaksa harus mudik naik motor, maka sering2lah bersitirahat di jalan, setidaknya setiap 4 jam. Manfaatkanlah ratusan Pos Istirahat yang sudah tersedia sepanjang arus mudik.
(chs/mer)