Lizzie Velasquez (26) terlahir dengan sindrom Marfan, kondisi langka yang tidak memungkinkan tubuhnya untuk menumpuk lemak. Ia bisa makan hingga 60 kali dalam sehari. Namun meski jumlah tersebut setara dengan 5.000-8.000 kalori/hari, berat badannya tidak pernah lebih dari 29 kg dan jumlah lemak di tubuhnya nol persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu hal terbesar saya, di semua tempat yang pernah saya kunjungi, bahwa di setiap tempat setiap orang akan selalu mempunyai suatu kesamaan.”
“Kita semua telah melalui beberapa kesulitan di beberapa titik dalam hidup kita, dan bertemu begitu banyak orang yang berbeda dengan budaya-budaya dan usia yang berbeda. Kita semua terhubung dalam satu cara atau yang lain pada hal-hal yang kita telah lalui," katanya kepada pers dalam kunjungannya di National Achievers Congress 2015, Malaysia, dilansir dari laman Asiaone.
Dia mengatakan dia selalu membagikan filosofi kehidupannya kepada penonton Malaysia, meskipun ia mungkin tidak begitu akrab dengan negara Malaysia.
"Meskipun kami datang dari tempat yang berbeda, kita semua memiliki kemungkinan atau kesempatan untuk melakukan apa pun yang ada di pikiran kita, tapi akan selalu ada perjuangan,” katanya.
"Dan pada akhirnya, perjuangan yang akan membuat Anda menjadi orang yang lebih baik dari yang Anda bayangkan.”
Velasquez juga berbicara tentang film dokumenternya berjudul The Brave Heart yang rilis Maret lalu. Film tersebut menggambarkan bagaimana dia menghadapi kesulitan hidup pada saat masa remaja.
[Gambas:Youtube]
"Itu memang wajah saya yang ada di layar lebar, tapi ini adalah kisah tentang semua orang. Saya berharap ketika orang melihatnya, mereka dapat merasakan, bahwa akan selalu ada cahaya di ujung sebuah terowongan. Ketika saya masih muda, saya tidak melihat cahaya itu," kata Velasquez.
Selain memberi motivasi lewat film dokumenter, perempuan yang berasal dari Austin, Texas, AS ini juga sudah menulis dua buku motivasi yang menjadi best-seller, yaitu Be Beautiful dan Be You.
(mer)