Tak ayal kalimat tersebut meluncurkan kontroversi yang berlanjut menjadi seperti virus. Lebih dari 4 ribu perempuan menggunggah di Instagram dengan tagar 'Rock the Crop'. Sebuah penolakan atas anjuran hanya perempuan berperut rata yang dapat mengenakan tampilan fesyen crop top.
Crop top adalah atasan kasual perempuan yang dipotong pendek sehingga mengungkap bagian perut ketika dikenakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anitai (36) ikut memprotes lewat Instagram. Dia menulis, “Hentikan berkata kepada perempuan tentang apa yang TIDAK bisa dia kenakan. Kami dapat memakai, melakukan, dan menjadi APAPUN yang membuat kami merasa kuat, berkuasa, dan bertanggungjawab atas nasib kami sendiri."
“Saya berharap perempuan muda dan perempuan dari segala usia tidak merasa dibatasi oleh aturan mode editorial tersebut.”
“Satu-satunya aturan adalah, tidak ada aturan. Pakai apa yang Anda sukai, yang membuat Anda merasa percaya diri, dan miliki perasaan itu. Rasa percaya diri adalah kekuatan yang menular,” lanjut Anitai.
Perempuan di seluruh dunia, termasuk Anitai, menanggapi dengan mengunggah foto diri yang memakai atasan crop top dengan hastag #RockTheCrop.
Sementara itu, dalam pernyataannya O Magazine mengatakan, “Kami mendukung, mendorong, dan memberdayakan semua perempuan untuk menjalani hidup yang terbaik. Kami menghargai tanggapan dan akan lebih berhati-hati ke depannya.” (win/mer)