Ada 139 parfum bertema artis diciptakan pada 2004 silam. Jumlahnya naik menjadi 441 parfum pada 2014, menurut Michael Edward, penulis buku Fragrances of the World, panduan terbesar klasifikasi parfum.
Para selebriti, dari Beyonce sampai Bruce Willis, mengeluarkan parfum dengan mereka nama mereka sendiri selama beberapa tahun terakhir. Namun, popularitas aroma tersut tampaknya menurun. Terakhir, perusahaan kosmetik raksasa Elizabeth Arden melaporkan penurunan 25 persen harga saham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Iklan di blog kemudian memacu orang-orang tersebut, yaitu mereka yang tidak mampu membayar iklan tradisional,” kata Pia Long, seorang peminat parfum.
Aroma yang unik diciptakan oleh parfum independen, dan juga merek yang lebih besar, untuk menanggapi meningkatnya permintaan untuk wewangian pesanan. Sementara, parfum artisan bisa memiliki harga yang lumayan mahal. Misalnya, parfum independen dari Harrods bisa seharga £ 400 atau sekitar Rp 8 juta.
“Sangat disayangkan beberapa merek high-end memberikan kesan bahwa (parfum) harus berharga mahal, jika tidak maka tidak bagus,” kata Dariush Alavi, penulis blog Persolaise.
Komunitas online penggemar parfum juga menemukan cara-cara baru mengumpulkan sampel, yaitu dengan banyaknya komunitas yang memperdagangkan parfum melalui Facebook. Lisa Hipgrave, direktur International Fragrance Association di Inggris mengatakan, jumlah parfum independen terus meningkat
“Kurva (parfum independen) sedang naik ke atas. Ini dikarenakan peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang wewangian di luar sana.”
(win/utw)