Fares hanya penjual bunga biasa. Namun, kehadirannya sering kali membuat hati masyarakat berbunga-bunga.
"Ia memiliki wajah yang hangat, sangat imut, dan semua gadis akan selalu senang berada di dekatnya," ujar seorang fotografer basis Hamra, Zeinoun Naboulsi, seperti dikutip Al Arabiya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada seorang pun di Hamra yang tidak mengenal Fares. Tidak ada satu toko pun yang menutup pintunya untuk Fares. Ia adalah anak yang istimewa. Pendekatannya sangat baik. Ia tidak akan memohon kepadamu untuk membeli bunganya. Ia malah membuatmu ingin membeli bunga itu darinya," ujar seorang fotografer basis Hamra, Zeinoun Naboulsi.
Berita kematiannya meluas setelah Fares, Youssef Al-Khodor, menulis kabar tersebut melalui kanal Facebook pribadinya.
"Ketika kami mengetahui mengenai kematian Fares melalui Facebook, abangnya yang melakukannya, kami langsung menelepon Youssef untuk memastikan, dan sayangnya itu benar-benar terjadi," tutur Naboulsi.
Dari dunia maya, rasa duka menjalar ke jalan. Di ruas jalan Hamra, beberapa orang berkumpul membentuk lingkaran dengan jajaran lilin di tengah mereka.
"Alasan kami acara ini adalah karena kami peduli kepadanya. Fares memang hanya bekerja untuk membantu keluarganya dan pergi ke sekolah sehari-harinya. Namun, ia memiliki mimpi dan ambisi," kata penggagas acara duka tersebut, Mohammad Hodeib. (utw/utw)