Anehnya, mereka memilih jumlah yang sangat kecil. Mereka cenderung meremehkan berapa banyak kalori yang telah dibakar, dan melebih-lebihkan banyaknya kalori yang ada di dalam makanan.
“Kami percaya orang dewasa dan anak-anak tidak dapat memperkirakan nilai kalori dalam makanan dan minuman dengan baik, demikian halnya dengan pengeluaran kalori ketika berolahraga. Namun, pada awalnya kami berpikir itu karena mereka melebih-lebihkan,” kata penulis penelitian, Craig Williams dari Pusat Penelitian Kesehatan dan Latihan Anak-anak di St. Lukes Campus, Universitas Exeter di Inggris, seperti dilansir dari laman Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, para peneliti bertanya kepada peserta, berapa banyak makanan atau minuman yang bisa mengganti kalori yang mereka pikir telah mereka bakar. Peserta ditunjukkan 30 kotak cokelat dan botol minuman olahraga sebagai isyarat visual.
Para peserta meremehkan sekitar 500 kalori, berdasarkan temuan para peneliti. Misalnya, pemain rugby telah membakar sekitar 700 kalori selama satu jam. Namun, menurut estimasi mereka sendiri, mereka hanya bisa mengonsumsi sekitar 300 kalori dari cokelat dan 140 kalori dari minuman olahraga untuk menggantikan kalori terbakar tersebut.
(win/mer)