Beberapa perusahaan besar, termasuk kelompok perusahaan bahan kimia Jerman BASF dan pembuat kosmetik Perancis, Chanel, telah bekerjasama dengan perusahaan Plant Advanced Technologies (PAT). Harapan di baliknya, untuk mengamankan akses istimewa terhadap biomolekul yang diekstrak melalui penggunaan teknik yang dipatenkan.
“Tugas kami adalah untuk mengembangkan platform tumbuhan yang akan menghasilkan biomolekul yang sangat langka pada skala industri,” kata Jean-Paul Fefre, salah seorang pendiri PAT, yang juga mantan kepala penelitian pada produsen obat Perancis, Sanofi, seperti dilansir dari laman Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tanaman tersebut menghasilkan molekul pertahanan alami,” kata Frederic Bourgaud, wakil presiden PAT. “Kami memastikan tanaman-tanaman tersebut menghasilkan (molekul pertahanan alami) sebanyak mungkin,” katanya.
PAT bukan satu-satunya perusahaan yang mencoba untuk mengambil bahan-bahan komersial menjanjikan dari tumbuhan. Beberapa perusahaan lain di ladang pertanian tersebut adalah Indena dari Italia, Pierre Fabre dan Naturex dari Perancis.
Chanel merupakan perusahaan pertama yang menandatangani perjanjian produksi dengan PAT. Pada tahun 2012, Chanel bekerjasama dengan PAT untuk memproduksi krim anti-penuaan baru yang terbuat dari edulis, tanaman asli Afrika Selatan, yang sekarang berada di pasaran.
(win/mer)