"Banyak orang pakai jaket agar panas, keringat keluar, dipikirnya akan kurus. Itu salah kaprah," ujar Zaini sesaat setelah menghadiri konferensi pers di Jakarta, Senin (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, Zaini memaparkan bahwa salah satu risiko paling berbahaya adalah heat stroke. Zaini pun menjelaskan mekanisme terjadinya heat stroke pada tubuh manusia yang dapat berujung pada hilangnya kesadaran.
Di awal penjabarannya, Zaini mengungkapkan pentingnya keringat pada tubuh manusia. "Tuhan menciptakan keringat untuk mendinginkan tubuh. Kalau tidak ada keringat, bisa dibayangkan panas tubuh bisa sampai 100 derajat Celsius, mendidih," ucap Zaini.
Menurut Zaini, ketika sudah sampai pada tahap dehidrasi, manusia tidak dapat mengeluarkan keringat.
"Kalau keringat habis karena dehidrasi, suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat Celsius itu sudah terkena heat stroke bisa sampai enggak sadar. Banyak atlet tidak sadarkan diri sampai lama sekali, ya karena itu," kata Zaini.
(mer)