Seperti dilansir The Independent, surat tuntutan sudah dilayangkan. Dalam surat tersebut, para anak magang menuntut upah layak. Pasalnya, mereka juga melakukan pekerjaan yang sama beratnya dengan karyawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Lalani juga diminta untuk mengerjakan pekerjaan berat, seperti menggunting pola, memasukkan data, menjahit, membuat laporan teknis, mengatur material, dan melakukan fotokopi.
Bekerja hingga pukul 22.00 hampir setiap hari, Lalani juga mengaku sempat dirawat di rumah sakit akibat dehidrasi.
"Anda bersih-bersih. Anda tidak mendapatkan waktu 15 menit untuk beristirahat. Anda hanya mengikuti pola kerja gila mereka. Anda benar-benar dalam tekanan," ujar Lalani.
Tekanan yang dialami anak magang juga dianggap sama dengan karyawan tetap. Atasan kerap memaki mereka jika tidak bekerja sesuai tuntutan.
"Anda seperti karyawan. Bedanya, Anda tidak dibayar. Mereka jahat kepada Anda. Anak magang lain sudah menangis. Saya melihat banyak anak menangis saat sedang mengantar kopi atau mengerjakan fotokopi," tutur Lalani.
Kendati demikian, Lalani tidak pernah bekerja langsung bagi pasangan kembar Olsen. Lalani hanya pernah melihat Olsen bersaudara dalam beberapa kesempatan. Ia menganggap Olsen bersaudara bersikap sangat berkebalikan dengan karyawannya.
"Mereka tidak pernah jahat kepada siapapun," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan Olsen masih bungkam. Sementara itu, pihak perusahaan hanya memberi pernyataan berbunyi, "Dualstar tidak mengetahui apa-apa tentang ini."
(mer)