Peneliti di Stony Book University meneliti beberapa gaya tidur dan menemukan tidur menyamping baik baik untuk kesehatan otak.
Beberapa penelitian sebelumnya sudah menemukan bahwa orang yang kesulitan tidur atau mereka yang sering terbangun di malam hari terkait dengan risiko penyakit Alzeimer. Para ahli tahu bahwa kualitas tidur yang buruk akan mempengaruhi perkembangan amyloid beta, peptida yang mempengaruhi formasi penyakit otak degeneratif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kita ketika tidur sering tak peduli pada posisi tidur kita, para dokter tahu bahwa orang yang mendengkur biasanya punya masalah tidur. Orang yang mengalami sleep apnea yang sering tersedak saat tidur, penyakit jantung, asam lambung dan penyakit saraf dengan masalah menelan sering kali terlihat saat mereka tidur terlentang.
Kualitas tidur yang buruk, berkontribusi terhadap banyak masalah kesehatan, termasuk masalah jantung dan pembuluh darah, obesitas, diabetes dan demensia. Penelitian ini meningkatkan pemahaman tentang bagaimana kekurangan tidur juga berkontribusi pada masalah demensia.
Peneliti yakin meski tak terbiasa orang bisa mulai berlatih untuk tidur dengan posisi menyamping, untuk mendapatkan kebiasaan tidur yang lebih baik. Khusus untuk ibu hamil, kebiasaan tidur menyamping ke arah kiri baik untuk meningkatkan aliran darah ke uterus.
Orang tanpa masalah kesehatan bisa tidur terlentang jika ingin — ini akan memperbaiki posisi tulang belakang, leher dan mengurangi rasa nyeri — tapi tidak membuat otak bisa menggelontor amyloid beta dengan sendirinya. Ada sedikit bukti bahwa tengkurap juga memberi hanya sedikit manfaat. Namun jika posisi ini bisa membuat tidur lebih pulas, para dokter juga mendukungnya.
(utw/utw)