Dilansir dari laman Reuters, percobaan sebelumnya membuktikan bahwa pengobatan setiap hari dapat mengobati hipertensi, atau tekanan darah tinggi, serta dapat meminimalkan risiko gagal jantung.
Kendati demikian, tak banyak yang diketahui tentang efek yang diterima pasien jika mereka sering absen minum obat penurun tekanan darah, kata para peneliti yang menulis laporan tersebut dalam jurnal Hypertension.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibandingkan dengan peserta yang jarang mengonsumsi obat harian mereka yang ditentukan, pasien yang mengonsumsi pil, 26 persen sampai 50 persen dari waktu, kemungkinannya 17 persen lebih kecil untuk dirawat di rumah sakit karena gagal jantung. Risiko gagal jantung menjadi 34 persen lebih rendah bagi individu yang mengonsumsi obat mereka setidaknya 75 persen pada saat itu.
Menurut Roger, temuan ini menyampaikan pesan penting kepada pasien tentang pentingnya mengonsumsi obat seperti yang ditentukan untuk mengontrol hipertensi.
Sekitar satu dari tiga orang dewasa memiliki tekanan darah tinggi. Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kondisi tersebut menyumbang lebih dari sembilan juta kematian setiap tahun. Banyak orang sering tidak mengetahui bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi karena tidak ada gejal yang timbul.
Bahkan, setelah didiagnosis, mereka kadang melewatkan obat karena kehilangan dosis obat tidak membuat mereka merasa sakit.
(win/mer)