Hal ini berdasarkan sebuah penelitian terbaru yang dilakukan para peneliti di Universitas Aberdeen, Inggris. Mereka menemukan 'evolusi kebugaran ' menentukan apa yang dianggap menarik bagi laki-laki.
Studi ini bertentangan dengan teori-teori sebelumnya yang mengatakan bahwa orang-orang akan tertarik dengan tipe tubuh yang punya lebih banyak lemak. Alasannya, tipe tubuh seperti itu secara historis dianggap dapat bertahan hidup dari kelaparan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“(Ketika menentukan seseorang menarik atau tidak) Apakah kita benar-benar membuat penilaian yang didasarkan pada pemahaman evolusi terprogram pada potensi bertahan hidup di masa depan mereka dan kemampuan reproduksi mereka?” tanya Speakman.
Para ilmuwan sebelumnya membangun sebuah model matematika yang menggabungkan hubungan antara tingkat obesitas, harapan hidup, dan kesuburan. Contoh studi tersebut memprediksi, orang-orang akan melihat perempuan dengan indeks massa tubuh antara 24 dan 24,8 sebagai yang paling menarik secara fisik.
Para peserta diberikan 21 kartu bergambar yang menampilkan perempuan dengan berbagai tingkat kegemukan tubuh. Mereka diminta untuk menyusun ulang gambar tersebut dari yang paling tidak menarik sampai yang paling menarik.
Dalam semua populasi, laki-laki dan perempuan menilai daya tarik fisik dengan cara yang sama. Gambar yang menampilkan postur yang paling kurus, dengan indeks massa tubuh sekitar 19 dinilai sebagai yang paling menarik.
Ketika gambar menunjukkan postur gemuk dengan nilai indeks massa tubuh di atas nilai 19, maka semakin kurang menarik gambar tersebut dinilai. Ini kontras dengan prediksi hitungan-hitungan kebugaran, yang mengatakan bahwa puncak daya tarik adalah di sekitar indeks massa tubuh 24 sampai 24,8.
(win/mer)