“Kita dapat membuat kebijakan yang dapat mendorong ke arah perilaku sehat,” ujar peneliti senior, Marie Bragg dari Fakultas Kedokteran, New York University di New York, Amerika Serikat, seperti dilansir dari laman Reuters.
Kebijakan yang diusulkan ke Dewan Kota New York tersebut mengatakan, makanan-makanan cepat saji yang memberikan mainan kecil juga harus menyertakan satu porsi buah, sayur, atau biji-bijian utuh (whole grain). Undang-undang ini juga akan membatasi asupan kalori makanan dengan mainan tidak lebih dari 5000 kalori, juga membatasi lemak dan garam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanan mengandung rata-rata 869 miligram garam. Jumlah kandungan tersebut melebihi setengah dari total batas harian yang direkomendasikan oleh Asosiasi Jantung Amerika.
Para peneliti mengatakan, sekitar 35 persen anak-anak menyantap paket makanan anak-anak yang disertai dengan mainan dari restoran cepat saji. Sekitar 98 persen dari paket makan anak tersebut tidak memenuhi pedoman yang diusulkan.
Jika semua makanan yang menyertakan mainan memenuhi standar yang diusulkan, maka anak-anak akan mengonsumsi sembilan persen kalori lebih sedikit, dan juga akan ada sekitar sepuluh persen pengurangan garam dan kalori lemak.
(win/mer)